← Semua proyek
Riset
Analitik Kemacetan Lalu Lintas Perkotaan: Data Probe & CCTV
Menganalisis 264 juta observasi lalu lintas di Jakarta, Bandung, dan Semarang, lalu membangun prototipe yang mengubah CCTV kota menjadi peta kemacetan seluruh jaringan jalan.
- observasi lalu lintas
- 264 jt
- ruas jalan dianalisis
- 18.694
- deteksi kendaraan dari CCTV
- 230 rb
- korelasi data probe vs CCTV
- 0,50–0,74

Tantangan
Kota punya dua sumber data lalu lintas yang sama-sama tidak lengkap. Data probe komersial (HERE) mencakup semua jalan utama, tetapi hanya memberi "jam factor" abstrak yang belum dikalibrasi untuk lalu lintas Indonesia yang padat sepeda motor, dan ID ruasnya berubah antar-rekaman. CCTV menghitung kendaraan sungguhan, tetapi hanya di beberapa persimpangan.
Pendekatan
- Data probe: 11 bulan data HERE Traffic dengan interval 15 menit untuk tiga kota, dicocokkan ke jaringan jalan OpenStreetMap (OSMnx) agar setiap ruas punya ID yang stabil.
- Statistik spasial: Moran's I, LISA, dan hotspot Gi*, agregasi grid heksagonal H3, serta sentralitas jaringan jalan untuk memisahkan pengaruh waktu dan lokasi.
- Prototipe Semarang: deteksi dan pelacakan kendaraan dengan YOLOv8 + DeepSORT pada siaran CCTV kota, lalu digabung dengan data HERE per ruas OSM dan jendela 15 menit untuk mengkalibrasi jam factor menjadi kepadatan kendaraan nyata.
Hasil
- Waktu (jam dalam sehari) jauh lebih menentukan kemacetan daripada lokasi di jaringan jalan, dan jam sibuk sore sekitar 40% lebih macet. Implikasinya, manajemen permintaan perjalanan lebih efektif daripada menambah infrastruktur.
- Peta hotspot kemacetan per periode waktu untuk ketiga kota.
- Di Semarang, 230.754 rekaman deteksi kendaraan menghasilkan 1.537 pasangan observasi dari 8 kamera. Jam factor HERE bergerak searah dengan kepadatan terukur di setiap kamera (korelasi Spearman 0,50–0,74).
- Langkah berikutnya: peta kemacetan real-time untuk ±5.000 ruas jalan di Semarang.
Foto
Punya proyek serupa?
Ceritakan kebutuhan Anda — kami bantu dari survei lapangan, analisis, hingga pelatihan tim Anda.


